KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3

 

 

HUBUNGAN ANTARA PARADIGMA INKUIRI APRESIATIF DENGAN MAKSUD DARI PERNYATAAN KI HAJAR DEWANTARA MENGENAI FRASA KODRAT ALAM DAN KODRAT ZAMAN UNTUK PENUMBUHAN MURID MERDEKA DI SEKOLAH

 

Murid merdeka adalah murid yang memperoleh kebebabasan atau kesempatan belajar yang seluas-luasnya dan setinggi-tingginya dengan rasa aman dan nyaman dalam mengeksplorasikan bakat dan minatnya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Bebas dalam hal ini yaitu tentang hak untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan serta kesempatan untuk mengekspresikan bakat dan minatnya. Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu:

 

“ Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu ”.

 

Dari buah pemikiran di atas dapat diartikan bahwa anak-anak tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri yaitu dipengaruhi oleh kodrat alam, bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa keunikan, bakat dan potensi masing-masing yang berbeda-beda. Hal tersebut sejalan dengan paradigma inkuiri apresiatif. Paradigma inkuiri apresiatif adalah  sebuah pendekatan kolaboratif dalam melakukan perubahan yang berbasis kekuatan dimana paradigma inkuiri apresiatif ini percaya bahwa setiap individu masing-masing memiliki inti positif atau kekuatan yang dapat memberi kontribusi bagi keberhasilan.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara berikutnya yaitu bahwa seorang pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu. Hal ini menjelaskan bahwa seorang guru tidak dapat memaksakan untuk mengatur siswanya sesuai dengan keinginannya tetapi seorang guru mempunyai tugas untuk menuntun siswanya untuk menemukan jati dirinya dalam hal ini tentang karateristik siswa tersebut, bakat dan minat serta kemampuannya dalam mengembangkan potensinya. Melalui paradigma inkuiri apresiatif seorang guru dapat menuntun tumbuhnya kodrat tersebut dengan membantu membebaskan potensi inovasi dan kreatifitas serta menyatukan orang (kolaborasi) masing-masing inti positif yang ada dalam komunitas sekolah untuk melakukan perubahan positif bagi sekolah dalam upaya menumbuhkan murid merdeka.

Dengan menggunakan paradigma inkuiri apresiatif ini diharapkan guru dapat melakukan perubahan dalam sistem pembelajarannya dalam upaya menciptakan pembelajaran bermakna yang aman dan menyenangkan bagi peserta didiknya. Pendekatan IA tersebut dapat dimulai dengan menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki oleh sekolah sebelum sekolah menapak pada tahap selanjutnya dalam melakukan rencana perubahan.

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan perubahan di sekolah dalam upaya mewujudkan merdeka belajar. Guru merupakan agen transformasi yang harus mampu mengidentifikasi, merencanakan, dan menjalankan perubahan di sekolah dengan menjalin kolaborasi aktif dengan seluruh warga sekolah dan pihak terkait yang mampu memberikan kontrisbusi positif bagi pengembangan sekolah.

Peran pendidik terhadap pemikiran Ki Hajar Dewantara dan penerapan paradigma inkuiri apresiatif adalah :

1. Anak-anak tumbuh sesuai dengan kodratnya masing-masing. Peran guru disini adalah guru mampu mengidentifikasi karakteristik dan kemampuan (potensi/kekuatan) anak didiknya yang berbeda-beda dan menyajikan sebuah pembelajaran yang sesuai dengan perbedaan tersebut sehingga tercipta pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan yang berpusat pada murid.

2. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu. Peran guru disini adalah guru menuntun bakat/potensi dan minat anak yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya masing-masing sehingga anak dapat mencapai kemuliaan yang setinggi-tingginya.

3. Guru mampu menjalin kerja sama / kolaborasi yang baik dengan warga sekolah dan pihak terkait dalam upaya menumbuhkan murid merdeka di sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MODUL 3.1.DEMONSTRASI KONSTEKSTUAL_HARMAYANTI

SINTESIS MATERI FILOSOFI KI HAJAR DEWANTARA

aksi nyata 1.3